Judul:
Euforia Hati
Penulis:
Nurul Muhaiminu
Editor:
Damar I Manakku
Desain Sampul & Tata Letak: Damar I Manakku
Penerbit: Pakalawaki Penerbitan dan Percetakan
Cet. I, Maret 2025
viii + 120hlm ; 14x20 cm
====================================
Setiap
kita pasti pernah merasa berada di titik “terberat’, katanya. Ada yang menangis
dalam diam ditemani sunyinya malam, ada pula yang pasrah menyerah pada
ketentuan Tuhan. Apapun itu, tetap saja aku berharap terbaik. Walaupun
selalunya langit-langit kamar menjadi teman terbaik untuk bercerita mengisahkan
kisah, setelah doa-doa dilangitkan setinggi mungkin. Pada sudut kamar, ada raga
yang hampir menyerah. Kemudian bangun lalu mengingat kembali betapa payahnya
hingga dapat sampai di titik ini. Ya sudahlah, biarkan semesta bekerja sesuai
porsinya. Kalau lelah, pasti berhenti juga. Isi kepala dan hati yang selalu
bertengkar setiap malam, selalunya membuat bosan dan berujung air mata yang
kalah. Padahal jika dipikir, air mata tak pernah ikut serta dalam perdebatan
itu. Kata mereka, memang begitulah tubuh. Jika ada satu atau lebihh bagian yang
sakit, semua akan ikut merasakan. Akan tetapi, aku lebih pada kebingungan
mengapa perkara sepele yang membuat sakit. Atau mungkin aku yang terlalu rapuh?
Kau tahu, barangkali tembok kamar
telah bosan mendengar isak tangis tiap malam. Terlebih dengan bantal, jika
mereka dapat berbicara barangkali mereka akan mengusirku dari ruang kamar itu. Tapi
ruang selalu baik, walaupun tak bisa berbicara memberi timbal balik dalam
cerita setiap malamnya. Tapi selalu bersedia menjadi pendengar tangis yang
baik.
Komentar
Posting Komentar